Korelasi Inersia Uteri Hipotonis (IUH) dengan Kejadian Retensio Plasenta Ibu Bersalin
Abstract
Insiden hemoragi postpartum di Indonesia berkisar antara 36% dan 27%. Hemoragi merupakan penyebab kematian paling umum (40% hingga 60%) kematian ibu melahirkan. Inersia uteri hipotonik (IUH) adalah kelainan his di mana kekuatan hisnya lemah dan jarang terjadi, tidak cukup untuk membuka serviks atau mendorong janin keluar. Sering terjadi pada orang yang mengalami kondisi umum yang buruk seperti anemia, uterus yang terlalu teregang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Inersia Uteri Hipotonis (IUH) dengan Kejadian retensio plasenta pada ibu bersalin. Hasil penelitian menunjukan hasil Inersia Uteri Hipotonis (IUH) pada ibu bersalin di Puskesmas Baturaden adalah 43,4% positif IUH dan 56,6% negatif IUH. Kejadian retensio plasenta pada ibu bersalin di Puskesmas Baturaden II adalah 50,0% positif retensio plasenta dan 50,0% negatif tidak retensio plasenta. Terdapat hubungan signifikan antara IUH dengan kejadian retensio plasenta pada ibu bersalin di Puskesmas Baturaden II dengan nilai p = 0,000, OR 8,8.